SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Minggu, 25 Mei 2014

SubhanAlLah, Tujuan pada kehidupan dunia semata hanyalah aktivitas senda gurau dan permainan belaka

Subhanallah, Maha benar Firman-MU yaa Allah.

Bahwalah kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Maka bagi orang mukmin , adanya petaka ketidak adilan yang merugikan hidupnya atau kemashurannya di dunia karena ulah yang dilakukan oleh orang-orang kafir dan atau orang -orang yang cinta dunia , haus kekuasaan, haus harta tahta; adalah tidak menjadikan sebagai penyesalan dan kerugiaan atau bahkan kehinaan. Mereka orang mukmin telah mempautkan hatinya dan hidupnya didunia adalah untuk mencapai nikmat akhirat, terhindar dari siksa neraka. 


Subhanallah, Maha Benar Firman-Mu . Hanya Engkau yaa ALLAH   Hakim yang Maha Adil.
Berikut Firman Allah tentang apa dan bagaimana arti kehidupan dunia.


Allah Swt berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)

Keempat ayat di atas meskipun secara redaksional berbeda-beda, namun mengandung pesan yang sama, yakni penegasan sekaligus peringatan Allah Swt kepada para hambanya tentang hakikat kehidupan dunia agar manusia bisa memiliki pandangan yang jernih dan tepat tentang kehidupan dunia sehingga dapat mengambil sikap yang tepat dalam kehidupan dunia yang cuma sekali ini.

Pada ayat pertama, Allah Swt menggunakan lafazh “ma”..”illa”, yang merupakan alat pembatas (adlatul hasr) untuk membatasi hakikat kehidupan ini. Dalam tafsir Jalalain, kehidupan dunia dalam ayat itu maksudnya adalah “kesibukan dunia”. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan “umumnya atau kebanyakannya” kehidupan manusia di dunia itu tidak lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Sedangkan “daarul akhirat” menurut Imam Jalalain adalah surga yang tentunya lebih baik dari pada kesenangan kehidupan dunia bagi orang-orang yang bertakwa (yattaquun). Imam Jalalain mengatakan penggunaan huruf “ta” dalam lafazh “ta’qiluun” setelah huruf “ya” pada lafazh yataquun memiliki pengertian dorongan agar beriman adanya kehidupan akhirat yang hakikatnya lebih baik itu.kepada Allah adalah surga yang tentunya lebih baik.

Pada ayat kedua Allah membatasi hakikat kehidupan dunia dengan lafazh yang sama dengan “maa” ….”illa”,  hanya ada tambahan lafazh Hadzihi. Kehidupan dunia ini tidak lain merupakan senda gurau dan main-main belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa dalam ayat ini Allah Swt mengabarkan kepada kita tentang rendah dan hinanya kehidupan dunia serta tujuan-tujuan yang ada dalam aktivitas kehidupan itu hanyalah sekedar aktivitas senda gurau dan permainan belaka. Kehidupan dunia itu sementara dan ada akhirnya. Sekaligus Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sejati dan abadi. Ayat itu ditutup dengan kalimat “lau kaanuu ya’lamuun”, kalau mereka mengetahuinya. Menurut Ibnu Katsir, sekiranya mereka mengetahuinya tentulah mereka lebih mengutamakan yang kekal dari pada yang sementara ini. Kata Imam Jalalain, kalau mereka tahu, tentunya mereka tidak akan memiliki dunia dan meninggalkan aktivitas dunia seperti itu.

Pada ayat ketiga Allah Swt menggunakan pembatan “innama” (hanyalah) untuk merendahkan urusan-urasan dunia dengan mengatakan bahwa hasil atau kesimpulan semua aktivitas dunia itu tidak lain hanyalah permainan dan sendau gurau belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan hal itu berlaku bagi semua kegiatan manusia di dunia dengan kekecualian, yakni kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencari keridloaan Allah Swt. Kekecualian ini nampak dalam lanjutan ayat tersebut : “Jika kalian beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepada kalian.” Artinya, segala aktivitas yang dibangun atas dasar keimanan –termasuk iman kepada akhirat--, dan ketakwaan –sesuai dengan syari’at Allah--, dan dalam rangka mencari keridloan Allah itu tidak termasuk dalam kehidupan hina. Allah menegaskan bahwa diri-Nya Maha Kaya, yakni tidak meminta harta manusia sedikitpun. Dia hanya mewajibkan zakat dan menganjurkan shadakoh agar diberikan kepada saudara mereka yang faqir – miskin yang ini manfaatnya pun akan kembali kepada pemberi harta itu.

Sedangkan pada ayat keempat Allah Swt menggunakan pembatas “annamaa” (hanyalah) utnuk menyatakan kerendahan dan kehinaan dunia. Kehidupan yang hanya dipenuhi dengan permainan dan senda gurau yang melalaikan belaka. Lebih jelas lagi Allah Swt menambahkan bahwa dalam kehidupan seperti itu biasanya dipenuhi dengan perhiasan, bermegah-megah, dan berbangga-banggaan harta dan anak belaka. Kesibukan manusia hanya diseputar aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan itu. Mereka pun lalai bahwa tujuan diciptakan manusia dan jin di dunia ini hanyalah untuk beribadah, sebagaimana firman-Nya dalam surat Adz Dzariat :56 : “wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduuni.” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu. Mereka lalai dalam kesibukan itu.


Pada foto tersebut diatas, tertulis bagaimana sikap seorang Al Betaqi yang mana beliau adalah salah seorang korban ketidak adilan di Mesir. Beliau tetap tegar dalam menghadapinya karena tentu beliau melihatnya bahwa kehidupan dunia adalah pemainan belaka, dan karena beliau yakin dengan perjuangannya dalam membela menegakkan agama Allah. Dan beliau yakin pula bahwa hanya Allah lah Hakim Yang Maha Adil.

Beriku Firman-Nya pula, Allah Swt memberikan peringatan dalam surat Al Munafiqun 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)