SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Rabu, 05 Februari 2014

Perbedaaan Pola Sikap Orang Gagal dan Orang Sukses

Perbedaaan Pola Sikap Orang Gagal dan Orang Sukses


Orang bijak banyak berkata bahwa orang bisa sukses jika ia menginginkan kesuksesan itu.
 Jika seseorang itu berkata atau mempolakan berfikirnya ….”wah ini sulit” maka ia hanya berhadapan dengan kesulitan saja. Jika seseorang itu berfikir atau berasumsi “wah ini, saya bisa” maka ia akan menemukan solusi kemudahan -kemudahan atau cara - cara mewujudkan untuk bisa.

  Berikut beberapa ciri-ciri atau perbedaan pola pikir atau sikap, 
atau cara pandang bagi
 ORANG YANG CENDRUNG GAGAL DAN ORANG YANG CENDERUNG SUKSES


1. KONDISI MENJADI GAGAL :
-Cenderung terlena , tidak mau membenahi dan takut memulai sesuatu yang baru.
KONDISI MENJADI SUKSES :
-Membenahi kegagalan , menyusun rencana baru.

2. KONDISI MENJADI GAGAL :
-Cenderung berpola fikir negatif, berburuk sangka, skeptis.
KONDISI MENJADI SUKSES :
-Selalu berfikir positif, berani mencoba , memulai

3. KONDISI MENJADI GAGAL :
-Tidak mampu keluar dari lingkaran negatif;
KONDISI MENJADI SUKSES:
-Peka terhadap lingkungan/lingkaran negatif dan mampu keluar


4. KONDISI MENJADI GAGAL :
-Membiarkan kelengahan terakumulasi berproses dalam pemikiran, keputusan dan tindakan.
KONDISI MENJADI SUKSES :
-Peka terhadap prinsip sebagai dasar mengelola pemikiran yang berbuah tindakan

5. KONDISI MENJADI GAGAL :
-Tidak mampu menerima atau menghargai reward dan menyikapi punishment atas dirinya.
KONDISI MENJADI SUKSES :
-Selalu menghargai dan mengembangkan reward, serta menyikapi punishment atas dirinya.

6. KONDISI MENJADI GAGAL :
-Disconnected,off line, passif, diam
KONDISI MENJADI SUKSES :
-Connected, on line, aktif, semangat

Kondisi demikian harus disadari, untuk membuat diri tidak menjadi gagal atau membuat diri menuju pada kesuksesan.
Kesuksesan memang tidak datang dengan sendirinya, harus diperjuangkan, perjalanan satu mill dimulai dari satu langkah.

2 komentar:

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)