SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

Memuat...

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Rabu, 26 Juni 2013

Apa itu Agama ?

Arti kata Agama dan tentang Agama yang benar menurut Ibnu Dawam Aziz:



Agama berasal dari bahasa latin yaitu a yang berarti tidak dan gama yang berarti kacau, sehingga agama berarti tidak kacau atau agama berasal dari kata sanskerta yaitu aagama yang berarti tradisi. Masuk kedalam perbendaharaan Bahasa Indonesia sebagai petunjuk untuk menentukan faham yang diikuti manusia.
Bila kita mengacu pada artian bahasa latin, maka artinya faham yang tidak membuat kacau sedangkan bila mengikuti pengertian Sanskerta, agama berarti adat istiadat yang berlaku. Atau bila dipaksakan dengan mempertautkan dua asal kata agama dengan arti yang lebih mengena bisa diartikan Petunjuk tentang tata nilai kebenaran.

Berarti bila dikaitkan dengan Islam, Kristen, Budha, Hindu , Konghucu dan sebagainya artinya bisa dipaksakan menjadi : 

Petunjuk tentang tata nilai kebenaran Islam
Petunjuk tentang tata nilai kebenaran Kristen
Petunjuk tentang tata nilai kebenaran Budha
Petunjuk tentang tata nilai kebenaran Hindu
Petunjuk tentang tata nilai kebenaran Kong hucu dan sebagainya.

Sehingga semua agama mengandung arti tentang kebenaran yang dianut, yang masing-masimg agama akan mempunyai penafsiran yang berbeda , maka kebenaran disini bersifat relatif akan tetapi sangat mengikat bagi pengikutnya. Sehingga bagi penganutnya, kebenaran itu memang hanya satu dan tanpa kompromi.
Sungguh aneh bila ada pemeluk agama yang mengatakan semua agama adalah benar. Pernyataan itu hanya bisa diberikan oleh seorang yang tidak beragama , yang melihat agama dari luar dengan memperbandingkan tata nilai yang ada dalam tiap agama.

Jadi kesimpulannya bila ada yang mengatakan semua agama adalah benar, maka orang tersebut pasti tidak beragama dan memiliki standar ganda dalam menentukan nilai-nilai kebenaran. Atau nilai-nilai kebenaran didasarkan atas alam fikirannya semata.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)