SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

Memuat...

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Kamis, 27 Juni 2013

7 KESALAHAN MENDASAR YANG SERING DILAKUKAN PEBISNIS PEMULA



7 KESALAHAN MENDASAR YANG SERING DILAKUKAN PEBISNIS PEMULA
Berdasar pengalaman pribadi selama menggeluti dunia usaha,saya sadari ada beberapa kesalahan yang saya lakukan dulu dan berimbas pada maju mundurnya usaha saya.Semoga dengan share di bawah ini Anda bisa mengambil manfaatnya dari pengalaman saya.
 
1.Tidak adanya buku catatan arus kas masuk dan arus kas keluar
Dahulu,ketika saya awal memulai bisnis,saya melupakan hal ini.Setiap transaksi yang saya lakukakan tidak pernah terdokumentasi.Semua berjalan berdasarkan ingatan,dan akhirnya hilang karena lupa.So,saya tidak pernah tahu berapa detail keuntungan saya atau malah merugi di saat tertentu.

Jika Anda serius menggeluti dunia usaha,mari kita membuat buku catatan untuk mengetahui seberapa besar utang piutang kita,seberapa besar keuntungan dan nilai transaksi tiap waktu.

2.Takut menghadapi pesaing
Dalam dunia usaha kita tidak terlepas dari namanya persaingan.Jika awal menggeluti usaha,saya sangat khawatir dengan namanya pesaing,sekarang tidak lagi.Malah saya bersemangat sekali jika ada pesaing.Dengan kehadiran pesaing,kita akan mengetahui tolok ukur karakter kita sebagai bisnisman.Seberapa jeli kita dalam memenangkan persaingan,dan sebesar apa pelayanan terbaik yang bisa kita berikan sebesar-besarnya untuk konsumen.

"Jangan takut adanya pesaing,buka mata,buka pikiran mereka tengah menguji mental terbaik kita sebagai bisnisman"

3.Beralih ke usaha lain sebelum usaha awal yang kita rintis menjadi besar terlebih dahulu
Sikap dasar manusia yang serakah seringkali membuat kita terjerumus menuju penguasaan apapun.Begitu juga dalam bisnis,ketika kita mulai kecanduan dengan namanya melihat peluang,kita sangat mudah tertarik untuk ikut bermain.Apapun langsung tabrak.

Memang setiap bisnis harus untung,itu sudah teorinya.Namun harus hati-hati jika bisnis awal kita belum besar jangan mencoba ke bisnis lain.Hal ini di takutkan bila bisnis lain itu gagal maka akan menggoyahkan pondasi bisnis awal yang belum kuat benar.

4.Malu untuk mengoptimalkan diri
Malu di satu sisi menguntungkan juga merugikan,tergantung konteksnya.Orang mengatakan si pemerkosa bejat adalah orang yang tak tahu malu,sementara dalam bisnis jika kamu malu kamu telah menghilangkan kesempatan yang sebenarnya bisa kau gapai.Apa yang dimaksud malu di dunia bisnis?jika seseorang malu untuk menambah kenalan(link/channel),seseorang yang malu untuk menjajakan produk di jalanan(misalnya),seseorang yang malu untuk mempromosikan seluas-luasnya ke khalayak mengenai produk dan jasanya dan berbagai malu lainnya yang menghambat tumbuhnya bisnis/usaha kita.

Saat awal menggeluti bisnis saya sangat malu untuk menjajakan koran di perempatan.Saya adalah lulusab murid salah satu SMA favorit di kota saya,gengsi jika harus berjualan koran,apalagi di perempatan tempat lalu lalangnya orang-orang.Namun akhirnya saya merenung "seandainya saya malu melakukan pekerjaan ini,siapa yang mau memberi saya uang?"

So,tahap awal mulai usaha bunuh rasa malu pada dirimu sobat wirausahawan,....

5.Membocorkan rahasia yang seharusnya kita jaga
Suatu ketika saya mengetahui info grosir produk yang berdasarkan feeling saya kelihatan prospek jika saya jual di kota saya.Saya segera kesana untuk kulakan dan menjualnya di kota saya.Alhamdulillah laku keras produk tersebut.Dasar saya yang masih polos dalam berwirausaha,ketika orang-orang(kenalan) bertanya-tanya tentang bisnis ini saya jawab sebenarnya,sampai akhirnya saya terpeleset omongan ketika mereka tanya dimana tempat kulakannya,saya jawab gamblang.

Saya pikir mereka teman-teman saya,so tidak ada salahnya jika saya informasikan hal ini.Eh tidak tahunya beberapa waktu lamanya ada penjual baru yang menjual produk sama di kotaku.Dan tahukah siapa penjual baru tersebut?tidak lain tidak bukan adalah temanku sendiri.hmmm....

Tanpa pemberitahuan,dia kulakan sendiri kesana.Sempat juga kita awalnya sangat akrab harus putus komunikasi beberapa lamanya.hehehe (sekarang sudah tidak lagi,persahabatan terjalin kembali)

Nah hal sepele namun tak sepele ini harus Anda pegang agar ketika Anda memiliki ide bisnis harus ada sebagian informasi yang Anda rahasiakan.

6.Mencampuradukkan modal bisnis satu ke bisnis lainnya
Agar bisnis Anda tetap tumbuh sehat dan lancar maka pisahkan modal secara tersendiri-sendiri.Jangan pernah mengutak-atik modal untuk salah satu bisnis Anda ke bisnis lainnya.Ini perlu,karena jika misalnya suatu ketika bisnis Anda bangkrut,masih ada bisnis lainnya yang tidak ikut terimbas.

Kebanyakan wirausaha pemula yang saya temui di lapangan(dari hasil ngobrol dan lihat sendiri) banyak yang mempercampuradukkan modal bisnis satu buat modal bisnis-bisnis lainnya.Katanya,"dia mendahulukan pada produk yang di minati di pasaran".

Memang kalau di pikir-pikir statement ini tidak salah,tapi berdasar pengalaman wirausaha saya,saya lebih sreg untuk memisahkan modal-modal saya.

7.Tidak mau belajar kepada wirausahawan yang lebih senior
Jangan beranggapan bahwa setiap bisnis apapun selalu menguntungkan.Ada faktor-faktor x yang kita tidak tahu bakal mempengaruhi rintisan bisnis kita.Nah orang yang berpengalaman mengetahui faktor-faktor x tersebut adalah wirausaha yang lebih senior.Jangan segan-segan untuk belajar kepada mereka.

Tips:banyak wirausaha yang lebih senior di negeri ini,namun jika Anda ingin cepat sukses di bidang yang Anda geluti,belajarlah pada wirausaha senior yang menggeluti bidang yang sama pula.Di jamin banyak ilmu yang kena dari mereka.

Salam Wirausaha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)