SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

Memuat...

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Sabtu, 01 Oktober 2011

Peraturan perundang-undangan yang perlu dikaji ulang

inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Harian Bernas
Sindikasi - Kamis, 29 September 2011 | 03:55 WIB

INILAH.COM, Jogja - Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Prof Dr Sudjito SH mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) RI untuk mengkaji ulang semua peraturan perundang-undangan, yang ditenggarai bermasalah dan tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945.

Sebab selama ini tidak semua kontitusi yang sesuai dengan paradigma dan falsafah pancasila serta UUD 1945. Bila semua UU tersebut masih saja dijalankan oleh penyelenggara negara maka dikhawatirkan kegaitan penyelanggran Negara dijalankan melalaui UU yang bermasalah.

"MK tidak arus menunggu munculnya gugatan dari masyarakat untuk bisa melakukan peninjauan kembali," ujar Sudjito di Pusat Studi Pancasila, Rabu (28/9) terkait seminar Pancasila, Konstitusi, dan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi' yang berlangsung di MM UGM pada 30 September-1 Oktober.

Menurutnya, selama ini MK lebih banyak menunggu dan terlalu pasif. Padahal MK mestinya berperan untuk mengawal pelaksanaan konstitusi untuk penyelenggaran hidup bernegara.

Apalagi saat ini banyak hukum dan UU yang bermasalah tapi tetap dijalankan terus. Tren seperti itu seolah tetap terus berlangsung.

"Sehingga negara ini dijalankan dari peratuaran perundang-undangan yang cacat," ujarnya.

Sudjito menambahkan, kalangan kelompok masyarakat dan akademisi masih kurang peduli terhadap permasalahan peraturan perundang-undangan. Akibatnya terjadi carut marut berbagai kasus
hukum.

Untuk mengatasi persoalan itu bukan hanya tugas masyarakat dan
akademisi. Namun juga merupakan tanggung jawab MK untuk mengawal
pelaksanaan konstitusi.

"Carut marut berbagai kasus hukum yang mencuat belakang ini disebabkan kondisi para aparat penegak hukum yang tidak professional dalam menjalankan perannya.

Tidak menutup kemungkinan ada yang bermain-main dengan hukum. Ditunjukkan sikap aparat penegak hukum boleh dikatakan kurang profesional dan jauh dari moralitas," ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila, Prof Dr dr Sutaryo SpA(K) mengungkapkan, permsalahan bidang hukum yang terjadi saat ini disebabkan karena banyak produk hukun yang lahir tidak berlandaskan pada filosofis Pancasila.

Ditambahkan peneliti Pusat Studi Pancasila, Heri santoso, SS MHum, banyak peraturan perundang-undang, Peraturan Pemerintah dan peraturan presiden yang dianggap bermasalah.

Dia mengutip dari hasil penelitian yang disampaikan dalam kongres pancasila II yang berlangsung di Bali tahun 2010 lalu didapatkan bahwa 80 UU yang diteliti, sekitar 60 UU atau 80 persen yang hanya menyebut
Pancasila dan UUD 1945 secara langsung pada alinea pembukaan saja, namun belum pada pasal per pasal.

Dari jumlah itu, 19 UU atau 21 persennya sama sekali tidak menyebut Pancasila dan UUD 1945. Dalam penelitian tersebut juga ada 23 perda tingkat provinsi dan kabupaten tidak menyebut Pancasila dalam konsideran sebagai landasan ideologi," jelasnya. [lal]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)