SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Sabtu, 01 Oktober 2011

Ada Apa dengan Pancasila? Sudah tidak sakti kah ?



Ada Apa dengan Pancasila? Sudah tidak sakti kah ?
OPINI | 01 October 2011 | 17:31 70 9 1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia.

Pengertian sebagai Dasar, secara sederhana ibarat berdirinya suatu bangunan rumah atau gedung, maka pondasi bangunan itu adalah dasarnya. Sebagai dasar bangunan yang kokoh dan kuat, maka gedung atau dinding tembok yang berdiri diatasnya akan dapat dan tetap berdiri tegak memberi kenyamanan, keindahan dan pengayoman perlindungan bagi penghuninya, bahkan jika direnovasi dengan ditambah tingkat, ruang akan tetap mampu dan semakin menjulang indah megah. Nah itu karena dasar bangunan yang kokoh kuat .

Bagaimana dengan Pancasila sebagai Dasar negara RI?

Pengertian sederhananya adalah sebagaimana contoh bagunan rumah atau gedung seperti alinea diatas.

Negara kita Republik Indonesia dibangun atau berdiri tegak diatas Dasar Pancasila. Maka sebagai Negara segala penyelenggaraan atau aktifitas negara adalah mendasarkan pada Pancasila yang terurai dari 5 sila dengan kandungan nilai-nilai falsafahnya. Jadi segala perangkat hukum atau perundang-undangan yang ada atau yang akan dirumuskan sebagai undang-undang atau peraturan adalah harus mengacu atau bersumber dari nilai-nilai dasar sebagaimana terrumuskan di sila-sila dari Pancasila itu .

Semisal akan ada produk undang-undang yang mengatur tentang pisahnya propinsi untuk mandiri otonom penuh; nah hal ini berarti undang-undang itu bertentangan dengan Pancasila (sila 3, Persatuan Indonesia), jadi tidak bisa undang undang itu terjadi.

Semisal lagi ada Undang-undang yang mengatur bahwa kekayaan bumi yang menguasai hajat hidup orang banyak, yang ada dipulau tertentu atau di kabupaten tertentu , adalah bisa dimiliki atau dikelola oleh pulau atau kota itu sendiri, maka ini adalah undang-undang yang bertentangan dengan pancasila (sila 5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena kemakmurannya hanya untuk lokal)

Semisal lagi akan ada undang -undang yang mengatur bahwa di Indonesia harus rakyatnya beragama Islam semua, nah ini adalah bertentangan dengan pancasila ( Sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa), adalah juga tidak boleh.

Berikut ini adanya Pancasila sebagai Dasar Negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia

Pembukaan UUD 1945

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :

· Ketuhanan Yang Maha Esa,

· kemanusiaan yang adil dan beradab,

· persatuan Indonesia, dan

· kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,

· serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)