SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Senin, 05 September 2011

Islam mendunia, dan pemersatu umat.


Islam mendunia, dan pemersatu umat.
OPINI | 04 September 2011 | 18:07 68 24 3 dari 3 Kompasianer menilai aktual

Islam mendunia.

Sungguh menggemparkan, islam benar-benar mendunia. Islam tumbuh dan menjadi kebutuhan untuk dipilih dan dianut sebagai agama yang dipeluk merata dibelahan dunia di semua benua meliputi benua Asia, Australia, Afrika, Eropa dan Amerika.

Mengapa Islam mendunia? Ya Islam mendunia karena sebagai Agama betul-betul merupakan agama yang Rahmatan Lil alamin, betul-betul sebagai agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Islam benar-benar mampu memberi solusi dalam membuat keteraturan dalam hidup dan kehidupan, keteraturan sebagai umat manusia dalam interaksi sosial , dalam hubungan kemanusiaan secara horisontal maupun hubungan secara vertikal dengan Tuhan semesta alam.

Sementara dalam kehidupan manusia yang tertambat dalam memaknai apa arti hidup dan tujuan hidup dimana karena mereka tidak ada sandaran dalam hatinya akan adanya Kemahakuasaan Tuhan, maka mereka menemukannya melalui agama Islam. Sungguh Islam adalah Agama yang merupakan aturan atau tuntunan hidup yang nyata-nyata datangnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Tidaklah Islam sebagai agama adalah setara dengan aturan atau perundang-undangan yang merupakan produk atau rumusan ciptaan atau karangan manusia yang ahli atau bahkan manusia yang sebagai penguasa Negara atau dunia sekalipun.

Agama Islam Rahmatan lil aalamin…, aturan dasarnya Kitab Al Qur’an yang merupakan wahyu langsung dari Tuhan. Sehingga kehidupan manusia yang harus menyesuaikan dengan ajaran Al Qur’an; bukannya Al Qur’an yang harus direvisi atau diamandemen untuk menyesuaikan dengan kehendak manusia atau kehendak perkembangan jaman, atau kehendak penguasa negara. Tidak, tidak, sekali lagi tidak, Al Qur’an tetap Al Qur’an wahyu Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammd, dan sekaligus sebagai Mu’jizat bagi seorang Nabi Nuhammad, menjadi Tuntunan Haq tak terbantahkan. Al Qur’an bermuatan komprehensif dan Universal, up to date hingga pada akhir zaman, sehingga dengan demikian agama Islam dengan Al Qur’an sebagai sumber aturannya yang diperlengkap dengan aturan tehnis pelaksanaannya dengan hadist Nabi, serta ijma’ dan kias maka sempurnalah adanya. Tepatlah sudah umat didunia ini jika Islam sebagai agama yang dipeluknya.

Akankah juga pemeluk agama lain akan segera beralih menjadi pemeluk agama Islam?. Tentang hal ini terserah person atau pemeluk yang bersangkutan. Agama Islam tidak memaksa untuk dipeluk, tapi peluklah agama Islam karena memang diyakini sebagai agama yang benar-benar rahmatan lilaalamin, penyejuk dalam interaksi kehidupan, penerang bagi gelapnya hati yang tak menentu arah, pencerah dalam jalan hidup yang tak paham dimana ujungnya.

Akankah pula , lalu islam yang merasa kuat dan mengakar, mendunia akan memusuhi atau bahkan menghabisi para pemeluk agama lain? Oh… tidak, tidak, islam menjunjung tinggi harkat hidup manusia, Islam memegang prinsip sesuai wahyu Tuhan “bagimu agamamu, bagiku agamaku”, Justru Islam tetap akan mengasihi pada sesama umat yang beda agamapun. Namun pula jangan samakan Islam atau agama Islam dengan Negara, dengan politik suatu negara, dengan kedaulatan suatu negara pada negara-negara yang ada di dunia ini. Yang mana negara-negara itu karena kepentingan dan atau ego kekuasaannya kadang menimbulkan permusuhan bahkan peperangan yang berdampak pada rakyat dan bangsa di negara yang saling bermusuhun atau yang saling mengintervensi karena kepentingan atau ego politiknya.

Islam adalah Agama, dan Negara adalah bukan agama. Maka Islam sebagai agama akan ada dan cenderung berkembang pesat diberbagai Negara di belahan bumi dunia ini.

Share

EDIT
Laporkan
Tanggapi
Nilai dari Anda: Aktual

KOMENTAR BERDASARKAN :


Ludfi
4 September 2011 18:38:42
0

Islam adalah Agama, dan Negara adalah bukan agama. Maka Islam sebagai agama akan ada dimana-mana; islam sebagai agama akan ada di negara-negara mana. Dan cenderung berkembang pesat diberbagai Negara di belahan bumi dunia ini di benua Asia, Afrika, Australia, Eropa, Amerika.
Suka
Hapus | Balas |

Tuller Nebula
5 September 2011 07:13:35
0

tp kok sebagaian ad yang mau mendirikan negara islam pak ..?
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 07:35:47
0

Met pagi teman Tuller N @ pertanyaan yg menarik utk didiskusikan. Siapa dan dimana itu yg mau mendirikan negara Islam?. Andaikan toh ada, brg kali itu terjadi jika seluruh rakyat di negara itu ,jika seluruh komponen di negara itu mendukung dan memang menghendaki sebagai negara islam. Contoh adanya sprt Saudi Arabia dan beberapa negara lainnya di kawasan Timur Tengah.
Suka
Hapus | Balas |

Tuller Nebula
5 September 2011 07:40:28
0

contohnya ya ga jauh” sih pak , di negara kita sendiri ^_^
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 08:09:17
0

Tuller Nebula
5 September 2011 07:40:28
contohnya ya ga jauh” sih pak , di negara kita sendiri ^_^
=====
Kalau komponen bangsa Indonesia tetap konsisten dan konsekuen terhadap Negara RI yg berdiri dg Dasar Pancasila dan dg hukum tertulis UUD 45 nya, maka tidaklah negara kita ini berubah tatanan dan bentuknya.
Suka
Hapus | Balas |

Ibnu Dawam Aziz
4 September 2011 19:17:45
0

Al-Ma’idah. Ayat : : 3
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُواْ بِالأَزْلاَمِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
5.3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah , daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya , dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah , (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bila kita camkan yang ini ? mengapa harus ragu ?

< Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. >
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
4 September 2011 19:44:54
0

Met Malam Pak Dawam, trimakasih ,berkenan melengkapi dan memperkuat. ya., dicari Pak Pr ,,,he hee, brg kali hadir kesini Pak Pr , ya pak.., he he
Suka
Hapus | Balas |

Megu
4 September 2011 19:32:04
0

Saya menyimak saja, Pak Ludfi. Tulisannya harus dikaji pelan-pelan.
Terima kasih sudah berbagi, Pak Ludfi.
Salam Islam Rahmatan lil aalamin.
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
4 September 2011 19:46:43
0

Salam balik fren Megu, ya silahkan lengkapi dengan koment atau saran pendapatnya ya…,
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
4 September 2011 19:46:43
0

Salam balik fren Megu, ya silahkan lengkapi dengan koment atau saran pendapatnya ya…,
Suka
Hapus | Balas |

Jenal Abidin Parris
4 September 2011 21:45:17
0

“Agama Islam Rahmatan lil aalamin…, aturan dasarnya Kitab Al Qur’an yang merupakan wahyu langsung dari Tuhan.”
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 07:48:24
0

salam Mas Jenal@ benar sekali Mas Jenal. Kitab Al Qur’an memang bukan karangan manusia; Sdh banyak belakangan ini penemuan tehnologi,hasil riset dari pengetahuan manusia yang menjadi pembenar akan ayat-ayat atau informasi yg ada di Al Qur’an, yg mana padahal Al Qur’an adanya pd 1400 tahun yg silam (Th 6ratusan M)dimana tidak banyak ilmuwan dan pakar teknokrat kala itu.
Suka
Hapus | Balas |

Thomas Prasasti
4 September 2011 22:35:07
0

@ Pada tataran teori semua agama mengajarkan kebenaran,
Pada tataran praksis, perilaku umat beragama seringkali justru melanggar nilai-nilai luhur yang diajarkan agamanya, bahkan berbuat keji dengan mengatasnamakan membela Tuhan … paradoks kan ?!
Maka tak sedikit kaum muda yang memilih label baru: atheis, humanism, dsb.
Waktu yang akan menguji fungsi agama-agama … dan itu tantangan buat semua yang mengaku beragama.
Suka
Hapus | Balas |

Ibnu Dawam Aziz
4 September 2011 23:23:35
0

@ Thomas Prasasti : Bila tanpa percaya adanya hari akhir, tanpa percaya adanya hari pembalasan ?
Maka orang berfikir , seakan melakukan kebaikan dengan mengembangkan sifat toleransi dan menghargai HAM telah cukuplah norma hidup didunia ini.
Suka
Hapus | Balas |

Jakfar Shodiq
4 September 2011 23:41:42
0

Perilaku ummat beragama yang paradoks dengan ajaran agama, harus di persepsikan dengan adil kasus perkasus tidak bisa di genelarisir, kuantitas ummat yang sepertinya berperilaku paradox itu berapa persen dari ummat yang menjalankan amaliah dengan lurus dan benar.
Ujian pada ketahanan Agama agama didunia sudah berjalan ratusan tahun ,bahkan ada yang sudah ribuan tahun tanpa ada yang pailit. Bahkan isme atheis yang begitu kuat di soviet republik telah hancur, dan pengikutnya kembali ke pangkuan Agama agama yang berkembang disana.
Suka
Hapus | Balas |

Thomas Prasasti
4 September 2011 23:47:56
0

@ Ibnu D.A : Saya pikir tataran praksis dari iman ya seperti yang Anda sebutkan itu Bung: melakukan kebaikan dengan mengembangkan sifat toleransi dan menghargai HAM.
makanya ini saya katakan sebagai tantangan bagi yang percaya sama akhir jaman … bukan sekedar pengetahuan akan norma, etika, dan nilai-nilai … tapi sampai pada kualitas praktik hidupya.
Suka
Hapus | Balas |

Thomas Prasasti
4 September 2011 23:53:47
0

@ Jakfar S : Saya pikir nilai2 luhur bukan suatu yang bisa dikompromi-kan, sehingga dalam keadaan apapun, dengan imannya, idialnya seorang beragama tetap berperilaku luhur dan benar.
Soviet memang hancur negaranya, sebagian pemeluk agama kembali ke agamanya lagi, tapi bagaimana dengan eropa, bahkan Jakarta ? …
lagipula substansi agama bukan pada kuantitas, tapi pada kualitas … dari sekian Milyar pemeluk agama, berapa % yang benar hidupnya ?

Kalau Indonesia ini kaum beragamanya benar, saya rasa korupsi dan ketimpangan sosial tidak separah ini …
Suka
Hapus | Balas |

Jakfar Shodiq
5 September 2011 00:27:32
0

@Thomas Prasasti
Benar uraian bapak, seandainya perilaku umat beragama di indonesia ini benar benar sesuai ajaran agama tentu kehidupan sosial ekonomi dan politik tidak separah ini. Oleh karena itu penghayatan yang benar pada ajaran agama harus benar benar di intensif kan lagi, dan perlu dikawal oleh ketegasan hukum negara, karena sanksi moral dari agama tidaklah cukup untuk mengerem perilaku kriminal. Hukuman mati bagi koruptor di china dan potong tangan bagi pencuri di saudi arabia adalah contoh ketegasan hukum negara yang paralel dengan hukum Islam, Hindu dan Budha.
Seandainya hukum negara kita mau setegas mereka, tentu efek jera akan lebih terasa.
Suka
Hapus | Balas |

Ibnu Dawam Aziz
5 September 2011 06:43:16
0

Dalam Masyarakat yang plural, dalam ideologi yang plural, mencampur adukkan antara Ilmu , Budaya, Filsafat dan Agama telah mengaburkan ajaran Agama yang sebenarnya. Ajaran Agama tinggal bak sampul buku yang indah, yang berbeda dari isinya yang campur bawur. Maka jangan salahkan agama, apa lagi Islam yang masih akan tetap up to date sampai kapanpun.
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 10:10:07
0

Salam teman Thomas P@ mmg benar semua agama mengajarkan pd kebaikan, memberi tuntunan keteraturan hidup, mengajarkan mencapai kesuksesan dalam hidup. maka jika ada yg mengolok-olok agama, sungguh perlu dikasihani.
Adapun pd tataran praktek, ternyata ditemui adanya paradox; yaa itu hendaknya dilihat kasus perkasus, individual. Pada dasarnya manusia memang berpotensi untuk berbuat kesalahan, berbuat dosa, ya krn adanya nafsu yg mana setan sll membisikinya. Juga adanya perbuatan dosa atau salah tdk terlepas dari lingkungan yg mempengaruhi, dari sistem yg melingkupi. Pendapat teman Jakfar Shodiq sdh jelas, dan sy menggaris bawahi.
Suka
Hapus | Balas |

Thomas Prasasti
5 September 2011 10:27:53
0

@ Yang saya tangkap, sasaran dari para pengkritik (termasuk otto kritik) adalah praktek (perilaku) umat beragama …
Kalau teorinya sih no-problem.
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 10:55:55
0

Bung Thomas@ yaa , saya setuju, mmg dalam kenyataannya semisal di negeri kita sendiri ini ttg apa yg Bung Thomas amati kaitannya dlm perilku umat beragama yg masih paradox. kembali ya itulah masih karakter yg mewarnai perjalanan bangsa ini.Maka Utamanya sistem negara lah yg lebih bisa mengkondisikan dg hukum positifnya dg sanksi nyatanya dan tegas, adil.
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 10:46:03
0

salam pak Ibnu@ betul sekali uraian Pak Ibnu,
Suka
Hapus | Balas |

Ludfi
5 September 2011 11:28:41
0

Bung Thomas; ya bgmn solusinya atau pendapat Bung Thomas itu terkait dg masih maraknya prilaku korupsi, belum tegaknya keadilan, masih adanya perilaku kekerasan, perlindungan hak asazi yg blm utuh di negeri kita ini, apanya yg salah yaa…?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)