SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

Memuat...

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Sabtu, 20 Agustus 2011

Catatan Harian Seorang Guru: Mengapa Menulis Itu Sulit?


Catatan Harian Seorang Guru: Mengapa Menulis Itu Sulit? writer: Wijaya KUsuma
REP | 20 August 2011 | 02:19
11 6 2 dari 2 Kompasianer menilai aktual

Mengapa Menulis Itu sulit?

Banyak orang mengatakan bahwa menulis itu sulit. Menulis itu sulit kalau kita tidak pernah memulainya. Menulis itu sulit bagi mereka yang tidak pernah membaca. Membaca buku, membaca ciptaan Tuhan pemilik bumi dengan segala isinya, dan membaca lingkungan sekelilingnya. Baca, baca dan baca itu kuncinya. Lalu perbanyaklah berlatih menulis. Dengan banyak menulis anda akan jadi terbiasa menulis. Itu saja resepnya!

Menulis apa saja yang anda ingin tulis. Menulis tentang diri, menulis tentang sahabat setia anda, menulis tentang keluarga, menulis tentang alam sekitar dan menulis tentang kejadian-kejadian yang kita alami. Boleh juga menulis tentang keinginan-keinginan yang belum tercapai. Pokoknya, menulis sajalah dulu. Dengan topik apa saja dan jangan takut salah.

Salah benar itu relatif, tergantung dari sudut mana kita menilai. Pembaca biasanya akan melihat tulisan anda itu baik, kalau ada sesuatu yang menyentuh hatinya. Karena itu, selalu menulis dengan hati dengan cara banyak mendengar dan menjadi pendengar yang baik.

Berbuat kebaikan jadikan panduan dalam menulis.

Menulis dengan hati harus hati-hati. Sebab bila tidak hati-hati percuma saja, tulisan anda tidak akan mengena dihati. Seperti busur panah yang tepat sasaran, anda harus dapat membidiknya dengan baik. Hal itu anda dapatkan dengan banyak berlatih. Berlatih menulis dimana saja dan kapan saja pada saat hati anda senang atau pada saat anda memang ingin menulis. Menulis sesuatu yang membuat anda termotivasi untuk menuliskannya. Sehingga orang lain tertarik untuk membacanya. Menulis ibarat sebuah pisau, bila sering diasah, maka akan semakin tajam. Namun yang paling pentng adalah berbuat kebaikan harus menjadi panduan dalam menulis.

Menulis itu sulit buat orang yang malas. Malas untuk menuangkan ide yang ada dalam pikirannya. Malas untuk mengolah kata menjadi bermakna. Malas untuk berbagi dan memberi kepada orang lain. Hidupnya hanya untuk dirinya sendiri. Kemalasan telah mengikat dirinya dengan tali yang sangat kuat. Orang malas tak pandai melawan dirinya. Dia akan kalah dengan dirinya sendiri. Seribu alasan akan dicari. Seribu hambatan akan dibuat. Padahal hambatan terbesar berasal dari dalam dirinya sendiri.

Sering menunda adalah makanan favoritnya, dan merasa diri tidak mampu menulis adalah iklan kelemahannya yang selalu terpampang besar di bola matanya. Wajar saja bila akhirnya menulis itu sulit. Karena kesulitan terbesar untuk memulai menulis justru berasal dari dirinya sendiri. Kreativitas menulisnya tertunda karena dia tak memulai menulis. Bakat dan potensinya dalam menulis tertutup oleh dirinya sendiri.

Tak ada paksaan dalam menulis. Tak ada sangsi yang berat kalau anda tidak menulis. Tak ada aturan yang berlaku kalau menulis itu harus begini dan begitu. Kecuali memang tulisan itu untuk dikonsumsi oleh orang banyak, diperlukan ilmu untuk itu. Tetapi tentu saja, kuncinya lagi-lagi membaca teori tentang menulis. Kalau anda sudah pernah membaca teori menulis, pasti anda akan jago dalam praktek menulis. Bukankah seharusnya begitu? Karena biasanya praktek dan teori selalu mendukung. Namun pada kenyataannya praktek lebih mudah dibanding teori. Dengan sering praktek semakin melatih kita untuk menulis. Teori menulis didapatkan dari praktek menulis itu sendiri yang hasilnya dibukukan dalam bentuk teori. Biasakan menulis dari hal-hal kecil dan mudah, baru kepada hal-hal yang besar dan sulit.

Sebagai guru, penulis sering menemukan banyak siswa yang tak mampu untuk menulis. Hal ini terlihat pada proses pembuatan blog atau pembuatan website gratis di internet. Mereka bingung setelah blognya jadi. Siswa bingung mau menulis apa?.

Mereka hanya sanggup membuat blog, tetapi tak sanggup untuk mengisinya. Akhirnya blognya kosong melompong dan sepi tulisan. Padahal blog itu ibarat sebuah buku diary yang siap dituliskan untuk menumbuhkan kreativitas menulis para siswa. Semuanya serba gratis dan kita hanya diminta untuk menulis di blog itu dengan tulisan yang menarik pengunjung untuk saling berkomentar. Bisa di www.blogger.com, www.wordpress.com, www.multiply.com dan masih banyak tempat yang lainnya di internet. Tapi ,yang paling enjoy menulis ya di kompasiana!

Menulis adalah kegiatan merangkai kata menjadi kalimat agar dapat dimengerti dan dipahami oleh orang lain yang membacanya dengan tujuan apa yang ditulis dapat memberikan informasi sehingga pembaca seolah-olah berkomunikasi dan mendapatkan manfaat dari kalimat yang dituliskan.

Menulis adalah suatu cara untuk menyampaikan ide dan saran kita kepada orang lain. Menulis adalah cara lain memberikan informasi dan mempublikasikan diri kepada orang lain agar mereka tahu apa yang kita lakukan. Dengan menulis proses komunikasi berjalan lebih lancar. Masih banyak kriteria dan definisi menulis. Tapi intinya, menulis adalah sebuah proses saling memberi informasi dan saling berkomunikasi antar sesama manusia dalam bentuk tulisan.

Bentuk tulisan berbagai macam ragam. Ada yang berbentuk tulisan manual di buku, koran, majalah, dan tabloid. Ada juga yang berbentuk tulisan digital di komputer dengan bentuk digital book. Semua yang anda tulis dapat anda buat dengan beragam bentuk seiring dengan pesatnya kemajuan di bidang Teknologi Informasi, dan Komunikasi (TIK).

Tak ada kesulitan dalam menulis bila kita tahu kalau menulis itu mudah. Karena itu mulailah menulis! Dengan anda memulai menulis, anda sudah dapat mengatasi kesulitan yang berada dalam diri anda sendiri. Camkanlah dengan baik bahwa menulis itu MUDAH!. Mudah apabila kita mau memulainya. Sulit bagi mereka yang belum mencobanya. Oleh karena itu, kalau tidak memulai dari sekarang kapan lagi???

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)