SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Kamis, 07 Juli 2011


KOMPAS.com
Kamis, 7 Juli 2011 | 19:04 WIb
Pengacara Randy-Dian: iPad Itu Legal
Nurul Hidayat | Laksono Hari W | Senin, 4 Juli 2011 | 16:20 WIB
Dibaca: 16203
Komentar: 48
|
Share:
REUTERS

TERKAIT:

Polda Temukan 11 Kasus iPad Bermasalah
Inilah Kronologi Kasus iPad Tanpa Manual

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim kuasa hukum Dian Yudha Negara (42) dan Randy Lester Samu (29) mempertanyakan pernyataan Kepolisian Polda Metro Jaya yang menangkap kedua orang tersebut dengan alasan telah menjual 12 Apple iPad ilegal.

Virza Roy Izal, salah satu anggota tim pengacara Randy dan Dian, membenarkan bahwa kliennya membeli iPad di Singapura. Pembelian itu untuk kebutuhan pribadi dan dibawa pulang ke Tanah Air.

"Sebelum terjadi penangkapan, dua iPad dijual melalui situs jual beli internet. Namun kemudian, pihak polisi yang sedang menyamar menawar 10 iPad lagi. Sebenarnya permintaan itu dari penyidik sendiri. Tersangka mengusahakan 10 unit lagi, dan ternyata sisa enam. Jadi, yang dijadikan barang bukti harusnya 8 unit, bukan 12 unit seperti diberitakan polisi," urainya saat ditemui wartawan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2011).

Virza juga mempertanyakan pernyataan Kepala Satuan Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bahwa kliennya mengaku pernah membeli iPad dari seorang penjual. Ia juga mempertanyakan tuduhan bahwa Randy menolak saat ditanya petugas Bandara Soekarno-Hatta untuk menunjukkan paspor dan faktur pajak pembelian iPad dari Singapura.

"Kami mempertanyakan pernyataan yang mengatakan bahwa Randy tidak bisa menunjukkan faktur pembelian iPad tersebut karena dari 26 pertanyaan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), password dan faktur tidak disebutkan, tetapi dalam pemberitaan disebutkan. Dari 26 pertanyaan dalam BAP, tidak satu pun yang menanyakan proses pembelian iPad tersebut," tambahnya.

Dari sinilah, lanjut Virza, kemudian timbul isu bahwa iPad yang dimiliki Randy merupakan barang ilegal. Virza menegaskan bahwa barang bukti iPad yang disita oleh Polda Metro Jaya adalah barang legal karena dibeli dari gerai di Singapura, bergaransi resmi internasional, dan bukan barang palsu.

"(iPad itu) kemudian dibawa ke Indonesia, serta telah melalui bea cukai Singapura dan Indonesia. Makanya barang tersebut adalah legal," ujarnya.

Kasus ini bermula ketika Dian dan Randy menawarkan dua iPad 3G Wi Fi 64 GB di forum jual beli dalam situs Kaskus. Hal itu membuat Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan.

Anggota Polda Metro Jaya, Eben Patar Opsunggu, kemudian menyamar sebagai pembeli. Transaksi pun dilakukan pada 24 November 2010 di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hari itu juga dua alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut ditangkap. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya didakwa melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat 1 huruf J Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki buku manual berbahasa Indonesia. Keduanya juga dijerat dengan Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi karena iPad belum terkategori sebagai alat elektronik komunikasi resmi. Keduanya kini diancam pidana penjara paling lama 5 tahun penjara.

Kasus ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan menyedot perhatian banyak pihak. Sepanjang dua hari terakhir, kasus ini menjadi pembicaraan hangat, terutama di forum-forum internet. Banyak yang mempertanyakan penangkapan Randy dan Dian dengan alasan bahwa iPad itu dijual tanpa buku manual berbahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)