SELAMAT DATANG DI BLOG INI, SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT INFORMASINYA. SALAM ADMIN: LUK

jam merah putih

KUDA LARI DAPAT DIBURU, NASIB ORANG SIAPA TAHU. BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KETEPIAN, BERSAKIT-SAKIT DAHULU BERSENANG-SENANG KEMUDIAN

well come

In this blog includes matters relating to the context SOCIAL, CULTURAL, ECONOMIC, BISNIS, POLITICS / STATE and GOVERNMENT. Also, some matters relating to Religious Knowledge, art, literature, almost on all the livelihood based on science, experience.

في هذا بلوق يشمل المسائل المتعلقة السياق الاجتماعي والثقافي والاقتصادي والأعمال والسياسة الدولة والحكومة. أيضا، بعض المسائل المتعلقة بالمعارف الدينية والفن والأدب، وتقريبا على جميع سبل العيش على أساس العلم والخبرة.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG, PANTANG SURUT KETEPIAN

cari topik Blog dan link yang diinginkan. ketik kata kunci dikotak ini

Memuat...

please open with your language. (pilih bahasa yg sesuai tuk baca) اختيار اللغة لقراءة

untuk membaca dengan bahasa anda klik select language اختيار اللغة لقراءة

Rabu, 27 April 2011

AGAMA



BAGAIMANA MENYIKAPI MASALAH AGAR BERPOTENSI MENJADI POSITIF DAN MEMBAWA MANFAAT ?

Sering dalam kehidupan kita manusia, senantiasa dirundung masalah, ditimpa masalah, bahkan dapat dikata bahwa masalah selalu ada sejalan dengan getar nafas gerak kehidupan.
Fitnah, musibah, kekurangan harta , penyakit, penghinaan, keterpurukan ekonomi adalah contoh contoh beberapa masalah yang selalu menimpa manusia. Kapanpun dimanapun masalah akan selalu terjadi pada kita.

Yang harus menjadi perhatian, bagaimana menyikapi MASALAH yang menimpa ?
Dalam menyikapi masalah, dalam orang tertimpa masalah , ada yang salah dan ada yang benar dalam menyikapinya. Kenyataan yang ada banyak memperlihatkan, banyak kita temui ada yang hancur oleh karena masalah yang menimpanya, ada yang bunuh diri karena masalah,ada yang stres berat gila karena masalah. Juga kita melihat banyak pula yang lalu melejit, menjadi orang yang berhasil, menjadi orang yang terhormat berkah dari masalah yang menimpa sebelumnya.

Bagaimana menyikapi masalah sehingga tidak berdampak pada akibat yang membuat kehancuran.
Dalam menyikapi masalah, kita sikapi dengan pemahaman bahwa masalah yang menimpa hendaknya diterima atau dirasakan bukan sebagai beban atau sebagai bencana, tapi anggaplah sebagai persoalan yang memang harus dihadapi, dicari jalan keluarnya, diterima sebagai karunia sehingga terdorong atau memacu untuk meningkatkan ilmu , meningkatkan amal, menambah wawasan, meningkatkan taqwa dan tawakkal sehingga mendapatkan kemulyaan disisi Allah.


Untuk mampu menyikapi secara positif atas permasalahan yang menimpa dan memberi dampak positif bahkan justru bermula dari permasalahan yang ada mampu membawa pada keberhasiln atau kebahagiaan dalam hidupnya, kedamaian dalam hidupnya bahkan keberuntungan yang tiada tara, janganlah :

1. Panik. Jangan panik saat tertimpa suatu masalah. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah.

2. Emosional. Jangan emosional, jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosi ketika dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya memuaskan nafsu, sedang nafsu yang tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemulyaan. Bertindak boleh tapi tidak emosional.

3. Tergesa - gesa. Jangan tergesa -gesa dalam menyelesaikan masalah, tindakan tergesa - gesa hanya menuai penyesalan.

4. Mendramatisasi. Jangan mendramatisasi masalah dengan pikiran yang mengkait kaitkan dengan hal yang belum tentu benar adanya. Hasil dari dramatisasi yang tidak berdasar justru membuat persoalan jadi tampak gawat, mencekam, menakutkan.

5. Putus asa. Jangan putus asa menghadapi masalah. Keputus asa an bisa membuat semakin terpuruk dari dampak masalah yang menimpa, membuat hina, membuat bertambahnya masalah-masalah baru yang semakin tak teratasi.
Putus asa dilarang bagi orang muslim, putus asa lahir dari lemahnya ilmu dan keyakinan pada Allah SWT.
INGATLAH , DIBALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN. Dalam QS.Al Insyirah ayat 5-6 difirmankan bahwa pada satu kesulitan akan membawa dua kemudahan. Wallaahu a'lam.

Dalam firman Allah:
- Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga.
- Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya. (QS. Ath Thalaq: 2-3).

4 komentar:

  1. wah... hebat gan tulisnya, membuat saya terbuka fikiran, saya semakin sadar utk tak putus asa dalam mengarungi kehidupan yang memang pada diriku banyak persoalan, utamanya ke tak berdayaan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Amiin ya Allah....

    BalasHapus
  2. pos kan komentar anda, dg klik link ke posting

    BalasHapus
  3. Ya bagus, saya setuju

    BalasHapus

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

terima pasang iklan, GRATIS gak pakek bayar

cari rejeki bersama Ustad Yusuf Mansur

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

Pasang iklan disini, tanpa dipungut bayar

bersama formula bisnis.com, Bisaaa....

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

NOOR ATHIFA ALYA KEYRAWILDA

......filosofi......

Dalam tidur mungkin kita bermimpi bahwa HIDUP adalah indah menyenangkan penuh kebahagiaan. Namun dikala bangun kita mendapatkan, kita melihat, kita merasakan bahwa HIDUP adalah penuh tantangan, memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan motivasi semangat. Serta menuntut kesabaran, memerlukan ketabahan tawakkal .......

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU. ( QS. AL ANBIYA 21:25)

DAN KAMI TIDAK MENGUTUS SEORANG RASULPUN SEBELUM ENGKAU (MUHAMMAD) MELAINKAN KAMI WAHYUKAN KEPADANYA, BAHWA TIDAK ADA TUHAN (YANG BERHAK DISEMBAH) SELAIN AKU, MAKA SEMBAHLAH AKU ( QS. AL ANBIYA 21:25)

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)



PENTING UNTUK DIINGAT, BAHWA HIDUP ADALAH MEMERLUKAN KEBERSAMAAN, SALING MEMBUTUHKAN SALING TOLONG MENOLONG SESAMA, SALING MEMBERI DAN MENERIMA, HIDUP DALAM KONTEKS PARADIGMA MENANG-MENANG, BUKAN KALAH -MENANG.


( by luk)